Politik

AKD Terlambat Kinerja Dewan Terhambat

WATAMPONE, KARYA RAKYATKU,COM–Hampir satu bulan setelah pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone, kinerja legislator belum begitu maksimal, akibat Alat Kelengkapan Dewan (ADK) belum terbentuk.

AKD belum terbentuk karena Pimpinan Defenitif DPRD juga belum terbentuk, sementara untuk membentuk AKD harus terbentuk pimpinan DPRD yang defenitif.

Informasi yang diperoleh di Sekretariat DPRD Bone, Selasa (3/9/2019), dari empat Partai Politik yang akan menjadi pimpinan DPRD Bone,yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai PAN dan Partai Demokrat.

Dari empat partai tersebut, baru dua partai politik yang sudah menetapkan legislatornya menjadi pimpinan defenitif, yakni Partai PAN (Andi Wahyudi Taqwa) dan Partai Gerindra (H.Ramang).

Sementara dua partai politik lainnya yakni Golkar dan Demokrat sampai saat ini belum ada informasi, siapa-siapa yang akan ditetapkan menjadi Pimpinan Defenitif.

Salah seorang anggota DPRD Bone Saipullah latif menanggapi lambat penetapan ketua efenitif DPRD Bone, mengungkapkan dan menghimbau pada Partai politik yang akan menjadi pimpinan DPRD defenitif, agar secepatnya menentukan dan menunjuk kadernya yang duduk di Legislatif untuk menjadi pimpinan defenitif.

“Kalau penetapan pimpinan Defenitif terlambat, maka banyak agenda-agenda yang akan dilaksanakan DPRD akan terhambat,”ungkap Saipullah Latif.

Agenda besar yang akan dihadapi DPRD adalah pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pokok 2020.

Pembahasan ini bisa terhambat dan terlambat akibat belum terbentuknya pimpinan deftitif DPRD, sehingga pembentukan AKD juga terlambat, karena AKD terbentuk setelah Pimpinan defenitif ditetapkan.

Sementara Pembahasan APBD harus melalui ADK, seperti Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Bamus) dan Komisi-komisi. (aba)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top