News

Andi Muh. Saiful, Ada Anggaran Aneh-Aneh di RAPBD Bone 2019.

BONE, KARYARAKYATKU.COM– Andi Muhammad Saiful, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Kabupaten Bone dalam pemandangan umum fraksi Keadilan dan Persatuan dimana dirinya diberi amanat untuk menyampaikan pemandangan umum terhadap Nota Keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2019. Fraksi ini merupakan fraksi gabungan antara Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Keadilan sejahtera.

Andi Saiful, dalam pemandangan umumnya banyak menyototi anggaran yang dinilainya tidak pro rakyat dan anggaran tersebut dinilainya aneh-aneh.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone ini menilai bahwa anggaran yang dimuat dalam RAPBD Bone 2019 ini banyak tidak mencerminkan keberpihakan pada masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikan pada  Rapat Paripurna DPRD Bone terkait laporan Pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan RAPBD 2019 yang telah diserahkan pemerintah Kabupaten Bone kepada DPRD Bone, Rabu (21/11).

Dia merinci anggaran yang disebutnya aneh-aneh seperti pengadaan baju dinas, dan tingginya perjalanan dinas di setiap Satuan kerja prangkat daerah (SKPD).

Untuk apa lagi ada pembelian atau pengadaan baju dinas?. menurutnya pengadaan baju dinas bisa dipangkas dan dialihkan pada yang lainnya. Begitu juga anggaran perjalan dinas bagi SKPD, itu juga perlu dilakukan pemangkasan dan dialihkan pada sektor-sektor yang urgent.

Informasi yang diperoleh Karya Rakyatku.com bahwa anggaran perjalan dinas terkadang tidak tepat sasaran. Banyak SKPD ketika ada acara salah satu SKPD, juga pimpinan SDKP lainnya yang tidak ada hubungannya dengan acara SKPD tersebut juga ikut.

Seperti itulah yang disoroti Andi Saiful. Untuk apa pimpinan SKPD lain, berangkat mengikuti acara SKPD
yang tidak ada hubungan kerjanya atau objek kerjanya pada SKPD tersebut, itulah namanya
membuang-buang anggaran.
Sebainya menurut A. Saiful anggaran tersebut lebih bermanfaat ketika dibelikan kendaraan Imam desa, atau diberikan pada sektor pendidikan yang selama ini tidak dibiayai oleh negara.

Andi Basri

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top